Kamis, 06 Januari 2011

Teori Inteligensi Charles E.Spearman

Pandangan Spearman (1927) mengenai inteligensi di tunjukkan dalam teorinya mengenai kemampuan yang populer dengan nama teori dua faktor (two factor theory). Awal penjelasannya mengenai teori ini berangkat dari analisis korelasional yang dilakukannya terhadap skor seperangkat tes yang mempunyai tujuan dan fungsi ukur yang berlainan.

Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Teori Inteligensi Edward Lee Thorndike

Pada dasarnya, teori thorndike menyatakan bahwa inteligensi terdiri atas berbagai kemampuan spesifik yang ditampakkan dalam wujud perilaku inteligen. Oleh karena itu, teorinya dikategorikan ke dalam teori inteligensi faktor ganda.

Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Jumat, 31 Desember 2010

Teori Inteligensi Alfred Binet

Alfred Binet (1857-1911) termasuk salah satu ahli psikologi yang mengatakan bahwa inteligensi bersifat monogenetik, yaitu berkembang dari satu faktor satuan atau faktor umum(g). Menurut Binet, inteligensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang, Binet menggambarkan inteligensi sebagai sesuatu yang fungsional sehingga memungkinkan orang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan individu berdasarkan suatu kriteria tertentu.


Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Pendekatan Teori Perkembangan

Dalam pendekatan teori perkembangan, studi inteligensi dipusatkan pada masalah perkembangan inteligensi secara kualitatif dalam kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan biologis individu.

Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Pendekatan Psikometris

ciri utama dalam pendekatan ini adalah adanya anggapan bahwa inteligensi merupakan suatu konstrak (construct) atau sifat (trait) psikologis yang berbeda-beda kadarnya bagi setiap orang.

Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Pendekatan Neurobiologis

Pendekatan neuro-biologis beranggapan bahwa inetligensi memiliki dasar anatomis dan biologis. Perilaku inteligen, menurut pendekatan ini dapat ditelusuri dasar-dasar neuro-anatomis dan proses neurofisiologisnya.

Sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs. Saifuddin Azwar, MA)

Pendekatan Teori Belajar

inti pendekatan teori belajar mengenai masalah hakikat intelegensi terletak pada pemahaman mengenai hukum-hukum dan prinsip umum yang dipergunakan oleh individu untuk memperoleh bentuk-bentuk perilaku baru.

sumber : Pengantar Psikologi Inteligensi (Drs.Saifuddin Azwar, MA)